Kamis, 26 September 2019

“Mereka temanku”
Oleh : Ammar Zahirah A.I (IX.B).

Hai, namaku Malika Laurren panggil saja “Malika”. Anak kelas 7 di SMP PELITA,dan anak tunggal dari mama papaku. Malika sangat senang dengan boneka dan mainan-mainan/patung-patung kecil sehingga nya ia  hobi mengoleksi, Juki,Ugo,Dino,Cici,Lala dan,Loli adalah beberapa nama mainan nya. Ia sering menghayal ketika bermain dengan mainannya didalam khayalan Malika,mereka juga bisa berbicara sama sepertinya,setiap hari mereka selalu di rawat dengan sungguh karena mereka juga harus bersih terpajang di kamar Malika.

Ketika suatu hari,sepulang sekolah pada pukul 15.25 wib Malika segera bergegas ke kamar untuk bertemu mereka si boneka dan mainan-mainan kecilnya setelah sampai di kamar ia terkejut melihat mereka tidak ada di kamar, mereka hilang! jantungnya berdegup dengan cepat, lalu ia memanggil bik rina seorang pembantu yang bekerja di rumah nya. “Bik rinaaaaa... Juki,Ugo,Dino,Cici,Lala,Loli dimana? Kenapa mereka tidak ada dikamar bik”kata Malika. Bik rina yang sedang masak didapur segera berlari menemui Malika di depan pintu kamarnya “Emm itu non...boneka nya lagi di loundry sama mama”kata bik rina. Malika tercengang dan ia berkata, lah kenapa mama ga bilang aku dulu bik?. Yaa mungkin mama buru-buru non,yaudah sekarang non ganti baju dulu terus makan ya non bik rina sudah siapin nasi goreng kesukaan non.

Keesokan hari nya..
Di pagi hari, mama membangunkan Malika yang masih tertidur pulas sedangkang jam sudah menunjukkan pukul 06.05. “ayo bangun, sekolah nggak sudah siang ini” kata mama. Malika bangun dan melamun melihat ke arah jendela kamar, “kamu kenapa anak?” , “gapapa ma Malika cuma kangen Juki,Ugo,Dino,Cici,Lala sama Loli sudah seharian ga ketemu mereka” kata Malika. “Iya jadwal loundry nya ngantri jadi harus beberapa minggu dikerjainnya,yaudah sekarang kamu mandi ya”kata mama (Sebenarnya boneka mu mama simpan di gudang nak,maafin mama ya nak mama begini biar kamu kurangin menghayal,karna ga baik kebanyakan menghayal) ucap mama dalam hati.

Sudah 5 hari Malika tidak bertemu dan bermain dengan mainan nya, setiap hari nya dia hanya merasa kesepian,” kapan ya mereka bisa balik lagi? aku kangen mereka” kata Malika. Tiba-tiba Malika meneteskan sedikit demi sedikit air mata nya, dan merenungkan boneka-boneka nya. Tok-tok tok, suara ketukan pintu dari luar. “Ayo makan non ini sudah waktunya makan” bik rina membuka pintu dan melihat Malika menangis, “Non kenapa non?” kata bik rina. “Boneka ku kapan pulang bik? aku kangen mereka, mereka juga temanku kalo lagi sendiri bik” kata Malika sambil tersedu-sedu. (Kasian sekali non Malika, menangis hanya karena boneka-boneka nya,hmm apa aku kasih tahu non saja ya?) di dalam hati bik rina. “Jadi begini non sebenernya boneka-boneka sama patung-patung mainan non diumpetin mama di dalam gudang non”kata bik rina. Malika langsung mengusap air matanya dan berkata “Apaaa?!”. “Iya non mereka di dalam gudang,mama ga mau non terlalu sering menghayal maka nya mama umpetin ke dalam gudang”kata bik rina. “Mama jahat”Malika langsung berlari mencari kunci gudang dan membuka nya,” Juki,Ugo,Dino,Cici,Lala,Loli kalian gapapa kan? aku kangen kalian” Malika memeluk semua mainannya yang ada di dalam gudang, dan membawa keluar semua nya.

Ding,dong,ding,dong bel bunyi, ternyata mama pulang kerja ia terkejut melihat Malika sedang bermain dengan semua mainan nya yang ada di dalam gudang. “Lah kok semua nya bisa ada disini?”kata mama, “Mama jahat, bik rina yang kasih tahu Malika kalo mereka ada di dalam gudang karena mama gak mau Malika banyak menghayal kan?kata Malika,lagi lagi ia menangis. “Bu..bukan begitu nak..maafin mama ya udah jahat sama teman-teman Malika”kata mama. “Iya Malika sudah maafin mama lain kali mama jangan begitu kasian mereka di dalam gudang mereka juga teman Malika ma..” kata Malika sambil menangis dan memegang salah satu boneka nya. Mama memeluk Malika “besok mau mama beliin boneka lagi gak ini?” tawar mama ke Malika. “Engga,cukup mereka yang Malika sayang”kata Malika menolak. “Yaudah kalau begitu anak cantik”sambil mengelus kepala Malika, bik rina mengintip di dalam dapur sambil tersenyum senang. Walaupun usianya beranjak remaja Malika masih senang mengoleksi boneka bahkan mengajak bicara dan menghayal dengan boneka-boneka itu,karena sudah terbiasa dengan itu Malika sayang sekali dengan boneka koleksi miliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar